Sebelumnya Admin sudah shere game uji nyali ala jepang "Hitori Kakurenbo" sekarang admin akan shere salah satu game yang populer juga di kalangan remaja Jepang, nama gamenya adalah Kokkuri-san
"Kokkuri-san, Kokkuri-san, katakan padaku, pada tanggal berapa aku akan mati?"
Kepingan koin itu pun mulai begerak sendiri, memberikan jawaban yang kau inginkan.
Sebuah permainan yang cukup populer di kalangan anak SMA di Jepang, apalagi saat periode Meiji. Biasanya permainan ini dilakukan di ruang kelas, dan dimainkan di atas papan Ouija (papan sakral yang biasanya dipakai untuk berkomunuikasi dengan roh). Permainan ini mulai terkenal setelah ramainya media yang memberitakan kalau banyak siswa diskors karena bermain Kokkuri-san.
Buat orang yang suka tantangan (maksudnya suka cari mati), mereka akan menggunakan papan Ouija. Menggunakan papan Ouija sangatlah berbahaya, mengingat papan sakral itu bisa mengundang iblis level tinggi ke dalam permainan atau dapat membuka mata ketiga dari seseorang. Nah, kabarnya lebih aman kalau tanpa pakai papan Ouija, yang nantinya akan mengundang iblis/roh dari level trickster (suka menipu) dari legenda agama Shinto yang katanya lebih aman.
Kokkuri-san adalah nama dari roh yang akan dipanggil saat bermain. Nama Kokkuri sendiri diambil dari penggabungan nama 3 ekor binatang, diantaranya rubah, anjing, dan musang. "Kok" artinya kitsune (rubah), "ku" artinya inu (anjing), dan "Ri" artinya tanuki (musang). Rubah dipercaya bisa menjadi penipu yang licik, atau bisa juga menjadi guru yang dapat dipercaya. Anjing dikenal sebagai hewan pelindung. Sedangkan musang adalah hewan yang sangat nakal, tapi sering membawa keberuntungan. Ketiga dari unsur hewan-hewan di atas menjadi kombinasi untuk Kokkuri-san.
Yang bermain kebanyakan adalah anak muda, yang sering bertanya, "Kokkuri-san, siapa yang mencintaiku?" atau "Kokkuri-san, di universitas mana aku akan lulus nantinya?". Tetapi ingatlah, ada beberapa pertanyaan yang sebaiknya tidak kau ketahui jawabannya.
Cara Bermain Kokkuri-San
Untuk memulai permainan, kamu mesti minimal main berdua. Dan alat yang dibutuhkan adalah selembar kertas, sebuah pulpen, dan sekeping koin.
Ambil selembar kertas dan gambarkan sebuah "torii" (portal kuno ala Jepang) di bagian atas-tengah dengan tinta merah. Kemudian tulis "YA" dan "TIDAK" disebelah kiri-kanan gambar torii. Jika sudah, tulis satu baris angka (0 sampai 9) dan juga tiga baris alfabet (A sampai Z)
Buka semua jendela dan pintu agar Kokkuri-san bisa masuk kedalam ruanganmu dengan leluasa. Gambar torii akan dianggap sebagai gerbang kuil Shinto, dan roh akan masuk atau keluar permainan lewat sana.
Taruh koin di atas gambar torii. Setiap pemain mesti menyentuh koin untuk meninggalkan sidik jari disana.
Panggil roh-nya dengan mengatakan, "Kokkuri-san, Kokkuri-san, jika kau ada disini, tolong gerakkan koin ini."
Kamu boleh mengajukan pertanyaan apapun yang kau inginkan. Roh akan menjawabnya dengan menggerakkan koin ke arah bagian kertas sehingga akan membentuk jawaban.
Kalau sudah selesai bermain, suruh Kokkuri-san pergi dengan mengucapkan, "Kokkuri-san, Kokkuri-san, silakan kembali pulang." Koin akan menunnjukan kata "YA" dan kembali pada gambar torii.
Kalau sudah yakin Kokkuri telah pergi, hancurkan kertasnya tadi. Entah disobek-sobek sampai kecil, ataupun dibakar. Sedangkan koin yang kamu pakai tadi, harus dibelanjakan (atau pakai bayar parkir) keesokan harinya. HARUS.
Peringatan!
Setelah menyelesaikan permainan selalu lakukan langkah ke-6 (diatas). Karena, pada sebagian kasus, ada saja orang yang langsung meninggalkan meja karena stres dan depresi oleh jawaban yang diberikan Kokkuri. Konon katanya, kalau kamu tidak mengucapkan selamat tinggal karena kamu tidak percaya atau takut setelah bermain, maka dalam waktu dekat... kamu akan... MATI.
Yang ingin tau seperti apa papan nya bisa cek gambar dibawah ini
Yang jika ditulis dalam Romanji/ Latin seperti ini



0 komentar:
Catatan:
> Berkomentar sesuai dengan artikel post
> Jangan menyertakan link aktif di komentar
> Jangan sungkan untuk bertanya, atau memberi kritik/saran