[Urban Legend] Hanako-san

Posted by : Emanuel
Sabtu, 03 Mei 2014

Hanako-san (花子さん?) atau Hanako-san di Toilet (トイレの花子さん Toire no Hanako-san?) adalah legenda urban Jepang tentang sesosok gadis yang menghantui kamar mandi sekolah. Dia akan muncul bila namanya dipanggil.

Legenda

Hanako-san adalah legenda urban yang terkenal dan tersebar secara luas sehingga memiliki beragam versi. Pemanggilan Hanako-san serngkali dilakukan oleh anak-anak di sekolah sebagai ritual pembuktian keberanian, atau sebagai metode perpeloncoan murid baru, seperti legenda Bloody Mary di sekolah-sekolah Barat.

Hanako-san dipanggil dengan mengetuk pintu bilik ketiga kamar mandi perempuan di lantai tiga sebanyak tiga kali sambil bertanya 'Apakah kamu di sini, Hanako-san", dan suara misterius akan menjawab "Aku di sini". Di dalam bilik akan hadir sesosok gadis dengan rok merah. Kadangkala ia tampak dengan pakaian putih.
'Hanako' merupakan nama perempuan yang umum di Jepang pada tahun 1950-an, ketika legenda tersebut [diyakini] dimulai pada saat itu.
Hanako, hantu di toilet hampir mencapai status fenomena nasional dalam legenda Jepang 20 tahun lalu, ketika gelombang cerita tentang hantu-penampakan menyapu lingkungan sekolah nasional.
Setiap anak memiliki cerita "Hanako" sendiri. tentu saja, banyak anak sekolah dan beragam tapi setiap di Jepang, pada satu waktu atau yang lain, telah berdiri dalam ketakutan dan antisipasi karena ia berkelana ke toilet sekolah saja.
Hal ini mirip dengan legenda Kashima Reiko-san, hantu wanita tanpa kaki yang juga tinggal di kamar mandi sekolah. Dia memanggil "Di mana kaki saya?" ketika orang masuk ke kamar mandi. Cara yang benar untuk jawabannya bervariasi. Dalam satu versi, anda harus mengatakan: Kashima Reiko: KA = Kamen (Topeng), SHI = Shinin (orang mati), MA = Ma (Demon).
Namun versi lain Aoi fitur atau Aka Manto Manto, hantu laki-laki yang menunggu di warung terakhir di kamar mandi gadis-gadis '. Siapa pun memasuki kamar mandi mendengar suara bertanya, "Mana yang Anda sukai, kertas merah atau kertas biru?"

Jika mereka memilih "merah," dia membunuh mereka dengan menebas punggung atau leher berulang kali dengan pisau, untuk membuat mereka terlihat seperti mereka mengenakan jubah merah. Jika mereka memilih "biru," kemudian mereka dibunuh dengan menggantung.


Dia dikenal sebagai Aka Manto, Aoi Manto, Aoi Hanten, Aka Kami, dan Aoi Kami.

0 komentar:

Catatan:
> Berkomentar sesuai dengan artikel post
> Jangan menyertakan link aktif di komentar
> Jangan sungkan untuk bertanya, atau memberi kritik/saran

Copyright © 2012 FEAR AREA | Another Theme | Designed by Johanes DJ